Senin, 29 September 2014

Ramadhan di Formosa

Ramadhan di Formosa

    Bulan Ramadhan adalah bulan yang suci, dimana semua umat Islam diseluruh dunia sangat menunggu datangnya bulan suci ini. Ada kegembiraan yang selalu hangat dengan bulan ini. DImana para keluarga akan berkumpul, menunggu bedug adzan maghrib bersama. Menikmati hidangan berbuka puasa bersama, dan semua seolah menyajikan kenikmatan tersendiri, juga selalu menjadi momen yang tepat berbagi dan berkumpul bersama keluarga.

    Pasti itulah yang dirasakan di bulan Ramadhan, disamping kehangatan tersebut ada keindahan dan ada cerita yang lebih getir. Meski begitu, bulan Suci ini selalu menjadi hal yang sangat menarik untuk diingat dan dikenang. Apakah semua keindahan dan kehangatan itu akan sama yang dirasakan oleh para pekerja Indonesia di Taiwan ? Inilah pertanyaan yang sering kali ingin diberitakan untuk menjadi satu hal yang akan saya ceritakan dalam bentuk yang lain.

    Bagi para pekerja Indonesia yang di Taiwan, jelas suasanaya tidak akan sama dengan waktu di Indonesia. Kami yang memiliki kesamaan nasib sebagai pekerja di Taiwan, tentunya juga memiliki berbagai hal yang menarik untuk disikapi dengan matang. Oleh karena itu di Taiwan tak akan ditemukan lagi buka bersama keluarga, sahur bersama, tarawih bersama keluarga. Yang seolah itu mengurangi rasa kegembiraan yang kami alami.

   Di Taiwan Ramadhan ini memang tetap jadi satu bulan yang di nanti-nanti. Tetapi semuanya bercampur-baur dengan getir, tawa, senyum, dan juga air mata. Disini bagi kami yang pekerja, semua kegiatan dilakukan secara sendiri-sendiri. Dan dalamuasana kerja yang  tetap harus dilaksanakan. Tak ada cerita Ramadhan untuk bermalas-malasan. Meski begitu, yang namanya orang tak makan dan tak minum selalu dihadapkan kantuk dan mudah lelah.

     Walaupun begitu memang akan selalu ada keindahanya. Apabila ada libur bersama bertemu dengan kawan-kawan sesama pekerja Indonesia membuat kami seolah dekat seperti keluarga. Setiap hari libur kami semua liburan bersama, saling berbagi menu makanan, dan kembali mengulang kenangan kenangan-kenangan bulan puasa di Indonesia. Akhirnya kami terkadang sama tergaru.

      Dan oleh karena hal tersebut Ramadhan di Taiwan pasti menyisakan kenangan yang manis dan getir serta memiliki cerita keindahanya sendiri.

       Sepertinya, begitulah secara umum, pertemanan, persahabatan, dan keindahan Ramadhan di Taiwan. Yang menjadikan tali pengikat kebersamaan kami. Kami yang jauh dari keluarga memiliki keluarga, yang oleh karena nasib kami menjalani Ramadhan di Taiwan. Namun kami tetap bersyukur dan tersenyum melalui hari perhari.




Kaohsiung, 120814





   



Tidak ada komentar:

Posting Komentar